Mengapa Kata “Melihat” Bukan Predikat dalam Kalimat Ini?

Kata melihat tidak berdiri sendiri sebagai subjek. Yang menjadi subjek adalah seluruh frasa “melihat fitur geografis air”.
Analis Winter

Mengapa Kata “Melihat” Bukan Predikat dalam Kalimat Ini?

Pada kalimat “Berdasarkan toponimi, melihat fitur geografis air adalah cara terkuno dalam menamai sebuah tempat.”, banyak yang mengira bahwa kata melihat adalah predikat karena bentuknya merupakan verba. Padahal, dalam analisis sintaksis, yang menjadi subjek bukan kata melihat saja, melainkan seluruh frasa “melihat fitur geografis air”.

Halo teman-teman, pada artikel ini kita akan membahas alasan mengapa frasa tersebut berfungsi sebagai subjek, bukan predikat. Pada artikel ini analiswinter.com akan membahas fungsi sintaksis subjek dan predikat secara sederhana agar lebih mudah kalian pahami.

Mengapa Kata “Melihat” Bukan Predikat?

Supaya lebih jelas, berikut susunan kalimatnya:

Bagian Kalimat Fungsi
Berdasarkan toponimi Keterangan
melihat fitur geografis air Subjek
adalah cara terkuno dalam menamai sebuah tempat Predikat

Alasan utamanya adalah karena subjek dalam kalimat ini menjawab pertanyaan “apa yang merupakan cara terkuno dalam menamai sebuah tempat?”. Jawabannya ialah “melihat fitur geografis air”. Karena itulah bagian tersebut berkedudukan sebagai subjek.

Sementara itu, predikatnya ditandai oleh kata “adalah”. Dalam bahasa Indonesia, kalimat definisional sering memakai pola Subjek + adalah + pelengkap. Jadi, bagian “adalah cara terkuno dalam menamai sebuah tempat” merupakan predikat kalimat.

Perbedaan Kelas Kata dan Fungsi Sintaksis

Hal yang sering membuat bingung adalah perbedaan antara kelas kata dan fungsi sintaksis. Kata melihat memang termasuk verba. Namun, verba tidak selalu otomatis menjadi predikat. Dalam konteks tertentu, verba dapat menjadi inti dari sebuah frasa yang berfungsi sebagai subjek.

Jadi, yang perlu dipahami adalah:

Kelas kata “melihat” = verba
Fungsi frasa “melihat fitur geografis air” = subjek

Contoh Kalimat Serupa

Agar lebih mudah dipahami, perhatikan contoh berikut:

Membaca buku adalah hobi saya.

Pada kalimat tersebut, frasa “membaca buku” menjadi subjek, sedangkan “adalah hobi saya” menjadi predikat. Polanya sama dengan kalimat sebelumnya. Jadi, meskipun inti frasanya berupa verba, fungsinya tetap bisa menjadi subjek.

Kesimpulan

Kata melihat tidak berdiri sendiri sebagai subjek. Yang menjadi subjek adalah seluruh frasa “melihat fitur geografis air”. Adapun predikat dalam kalimat tersebut adalah “adalah cara terkuno dalam menamai sebuah tempat”. Jadi, penting untuk membedakan antara kelas kata dan fungsi sintaksis agar analisis kalimat menjadi tepat.

Sekian artikel dari analiswinter.com, semoga penjelasan ini membantu kalian memahami mengapa kata melihat bukan predikat dalam kalimat tersebut.

Posting Komentar